0
Dikirim pada 08 Desember 2015 di Uncategories

Disaat kartu kredit sudah tidak bisa digunakan dengan bijak, tagihan sudah menumpuk, maka saat itulah anda harus segera menutup kartu kredit anda. Cara menutup kartu kredit tersebut adalah dengan melunasi tagihan terlebih dahulu serta melapor pada pihak Bank jika anda sudah tidak akan menggunakan kartu kredit lagi. Ya, kartu kredit memang mampu memberikan banyak kemudahan, saat kita akan bertransaksi apapun semuanya seolah terasa mudah. Tinggal gesek saja semua bayaran teratasi. Akan tetapi, nikmatnya memakai kartu kredit ternyata tidak semudah saat membayar tagihannya. Saat pembayaran tagihan akan semakin terasa berat jika anda adalah seorang suami yang memberikan fasilitas kartu kredit pada anggota keluarga lain secara bebas.

Ya, bagi beberapa kalangan tertentu, sebagai kepala keluarga pasti ingin selalu memberikan yang terbaik pada istri dan anaknya, sehingga salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memberikan fasilitas kartu kredit. Tujuan sang suami memberikan kartu kredit pada istri pastinya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mulai dari sandang, papan, dan pangan. Selain itu, pemberian kartu kredit pada anak juga sejatinya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan, seperti kebutuhan sekolah atau kuliah. Namun, apa yang terjadi selanjutnya? Kesalahan istri atau anak bahkan suami yang tidak mewanti – wanti kebijakan dalam menggunakan karti kredit justru bisa berdampak negatif. Bagaimana jika sang istri dan anak menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan lain yang sifatnya pemborosan atau foya – foya tanpa memberitahukan kepada suami atau ayah mereka?

Yang harus bertanggung jawab tentunya adalah suami sebagai kepala rumah tangga yang mengumpulkan nafkah. Jika sudah begini, tagihan kartu kredit pun akan semakin membengkak. Nah, oleh karena itu, dalam sebuah rumah tangga pemakaian kartu kredit sebaiknya tidak diberikan pada seluruh anggota keluarga. jadi, siapa saja yang boleh memiliki karti kredit?

Yang terbaik adalah dengan memberikan fasilitas kartu kredit pada salah seorang saja, entah itu suami atau istri. Akan tetapi, istri yang sebagai pengurus rumah tangga memiliki peluang besar untuk menggunakannya dan berikan peringatan pada istri jika kartu tersebut hanya boleh digunakan untuk transaksi yang berhubungan dengan urusan rumah tangga. jika ada transaksi lainnya, beritahu suami terlebih dahulu.



Dikirim pada 08 Desember 2015 di Uncategories
comments powered by Disqus


connect with ABATASA