0
Dikirim pada 02 November 2015 di Uncategories

Rendahnya moralitas manusia dewasa ini menuntut pengembalian diri pada kecerdasan spiritual. Yah, kecerdasan jenis ini merupakan penemuan terbaru Gardner yang memiliki aspek kompleks. Agama merupakan naluri setiap manusia yang membentengi dirinya dari perbuatan kotor. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan kecerdasan majemuk spiritual ini pada diri anak.

Apakah Kecerdasan Spiritual itu?

            Kecerdasan spiritual memang punya kaitan dengan agama yang dipeluknya. Eksistensi dari kecerdasan ini adalah membuat seseorang berpegang pada nilai agama sehingga tidak membiarkan perilaku buruknya menguasai diri. Masing-masing agama pada dasarnya mengatur kebaikan hidup manusia dan membatasi nafsu buruk.

            Kecerdasan agama begitu penting untuk diajarkan pada anak usia dini karena kelak akan dapat menjadi batas pergaulannya, motivasi diri, dan berbuat baik, dan bersikap baik. Ada 3 unsur kecerdasan sekaligus dalam hal ini, yaitu kecerdasan interpersonal, intrapersonal, dan natural. Jadi, intelektual majemuk ini memang dapat diartikan secara luas.

Manfaatnya

            Berbagai manfaat bisa anda rasakan ketika seorang anak mampu memiliki kecerdasan spiritual, misalnya tidak mudah putus asa sehingga melakukan bunuh diri, mencegah dirinya dari perbuatan tercela seperti mencuri dan merampok, menghormati orang lain, berempati pada orang lain, dan mau membantu sesama manusia.

            Manusia yang punya kecerdasan spiritual juga terhindar dari pergaulan bebas dan sifat diktator yang mendekati kezaliman. Pada akhirnya, anak yang punya kecerdasan majemuk spiritual ini akan hidup sebagai manusia yang bermanfaat.

Mendidik Kecerdasan Spiritual Anak

            Kenalkan anak pada agama yang anda anut sejak dini. Ajaran menyembah Tuhan akan mengurung segala egoisme diri dan kesombongan manusia. Kemudian, masukkan nilai-nilai agama ke dalam diri anak selagi masih kecil. Mungkin bisa dari hal yang kecil seperti berdoa sebelum makan, memberi pada pengemis, mengalah, mentaati nasehat orang tua, dan sebagainya.

            Jelaskan kepada anak siapa dirinya dan tujuan hidupnya. Dari kitab suci anda, beritahu bahwa dia adalah makhluk Tuhan yang harus menjalankan perintah agama. Dengan begitu, anak akan lebih mudah diatur ke jalan yang benar dan memiliki intelektual multipel dalam hal rohani.



Dikirim pada 02 November 2015 di Uncategories
comments powered by Disqus


connect with ABATASA